Racana Kusuma Dilaga - Woro Srikandhi STAIN Salatiga memiliki sebuah sejarah yang panjang dalam penamaannya. Nama Kusuma Dilaga - Woro Srikandhi bukan serta merta ada sebagai nama Racana ini. Adanya alih status Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga menjai STAIN Salatiga merupakan salah satu faktor yang mendasarinya. Namun tentunya tak hanya itu saja. Keadaan Salatiga dengan Semarang yang berbeda dari segi situasi dan kondisinya mmemunculkan gagasan pada para pengurus Racana Walisongo Salatiga saat itu. Maka, pada akhirnya dibentuklah Panitia Pembaharuan nama Racana yang kini telah kita sandang sebagai nama kebanggaan. Sebenarnya dalam perjalanan pengambilan nama tersebut ada banyak nama yang diusulkan seperti Ki Pandanaran - Nyi Pandanaran, Ki Ageng Mangir, Ki Zubair, Joko Tingkir, Kyai Damarjati - Rabi'ah Al-'Adawiyah, Sekar Arum, Sunan Bayat - Nyai Sunan Bayat, dan tentunya Kusuma Dilaga - Woro Srikandhi.

Lalu apakah hal-hal yang melatarbelakangi keputusan final untuk memilih nama Kusuma Dilaga - Woro Srikandhi..?
Apakah makna dari kedua nama tersebut?
Berikut penulis kutip dari Laporan Pertanggungjawaban Panitia Pembaharuan Nama Racana Walisongo yang dilaksanakan pada tahun 1996:

A.         USULAN NAMA RACANA PUTRA
NAMA            : RACANA KUSUMA DILAGA (Tokoh Pewayangan)
Otobiografinya              :
-        Makna / arti
·       Kusuma                             : Bunga
·       Dilaga                                : Peperangan
·       Kusuma Dilaga berarti      : selalu menang dan menjadi bunganya di dalam peperangan.
·       Nama Kusuma Dilaga ini diambil dari salah satu tokoh pewayangan dari pandowo yaitu Bimoseno / Werkudoro
-        Asal-usul Bimoseno / Werkudoro.
·       Bimo adalah putra Pandu dan Dewi Kunthi
·       Bimo atau Werkudoro mempunya semboyan “selama Bimo atau Seno berdiri negara akan tetap jaya”.
·       Bimo / Seno / Werkudoro ketiganya merupakan nama-namanya, ia merupakan salah satu dari lima Pendawa bersaudara.
-        Watak / karakter
Teguh imannya, keras kemauannya, tegas tindakannya dan kuat.
-        Senjata yang dimiliki
a.     Godo Rujakpolo
b.     Kuku Pancanaka
Arti dari senjatanya :
a.  Godo Rujakpolo berarti : bukan pukulan untuk merujak Polo, tetapi “Polo” berarti “otak”. Jadi kalau berperang ia menggunakan otaknya, pendek kata tidak ngawur tetapi memakai akal pikiran / otak.
b.    Kuku Pancanaka berarti sebagai lambang persatuan daripada jarinya yang lain, digenggam menjadi satu sehingga terbentuk kekuatan yang kukuh, kokoh, kekar dan sehat
-        Kesimpulan
Latar belakang diambilnya nama Racana Kusuma Dilaga dengan maksud agar Racana IAIN di dalam berbagai kegiatan selalu menjadi sang pemenang yang selalu memakai otak logika seperti halnya sifat yang dimiliki oleh bima / Seno / Werkudoro yang mempunyai gelar KUSUMA DILAGA.

REFERENSI :
                Wayang dan Karakter Manusia
Ir. Sri Mulyono
PT. Gunung Agung
Jakarta
1987
101-103
Pengusul : Anshori, S. Ag.
Hakim H., S.Ag.
Haimin, S.Ag.

B.         USULAN NAMA RACANA PUTRI
NAMA : RACANA WORO SRIKANDHI
Otobiografinya :
-          Makna / Arti
Woro asal kata wira    : prajurit wanita.
Srikandhi                      : nama seorang wanita.
Woro Srikandhi artinya prajurit wanita yang gagah berani. Diambil dari salah satu nama saudara Dripadi anak dari Drupada.
-          Asal usul Woro Srikandhi
Woro Srikandhi adalah titisan Dewi Amba.
Woro Srikandhi putra dari Prabu Drupada dari negeri Pancaladya. Woro Srikandhi adalah saudara Drupadi.
-          Watak / Karakter
Vokal dan penuh pertimbangan logis.
-          Senjata yang dimilikinya
“Gendewo”  : yaitu senjata yang berupa busur dan anak panah.
Artinya                         : bukan tidak berani maju ke dalam peperangan akan tetapi dalam melakukan tindakan selalu titis dan tepat sasaran yang dituju, memilih ini atau itu.
-          Kesimpulan
Latar belakang diambilnya nama Racana Woro Srikandhi dengan maksud agar Racana IAIN di dalam berbagai kegiatan dapat memutuskan program kegiatan dengan keputusan yang logis diantara dua hal ini atau itu dengan tepat seperti halnya sifat yang dimiliki oleh Woro Srikandhi.

REFERENSI :
Wayang dan Karakter Manusia
Ir. Sri Mulyono
PT. Gunung Agung
Jakarta
1987
56-58

Sejarah Wayang
Amir Martosedono, SH
Dahara Prize
Semarang
1993
64

C.          MAKNA / ARTI BADGE RACANA “ KUSUMA DILAGA“ GUDEP SALATIGA XI.02.237
1.   Lingkaran yang berupa tali sebagai ekspresi kokoh dan tegaknya sebuah Racana diwujudkan dengan adanya persatuan dan kesatuan, tali pengikat menunjukkan mengikat persaudaraan antar sesama Pramuka.
2.     Back Ground / warna dasar merah menyala menunjukkan keberanian dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.
3.     Godo Rujak Polo dengan warna kuning emas sebagai senjata Bimo / Seno / Kusuma dilaga merupakan simbol kekuatan.
4.    Bungan Teratai yang bercabang 10 mwnunjukkan keharuman Racana yang berpagar dan berlandaskan Dasa Darma Pramuka, warna putih yang berarti suci.
5.     Tiga baris pondasi sebagai dasar tingkah laku yang berpedoman pada Tri Satya.
6.    Tunas Kelapa sebagai lambang Gerakan Pramuka, dua buah tunas dan terletak di atas dimaksudkan sebagai generasi selalu menjunjung tinggi keserasian dan keseimbangan dalam kerjasama.
7.      Kitab / buku terletak di tengah dimaksudkan sebagai insan akademikdan pengembangan ilmu pengetahuan.

Warna badge :
1.        Warna kuning keemasan      : dalam melangsungkan persaudaraan tanpa batas.
2.        Warna merah                        : melambangkan keberanian dalam menegakkan keadilan.
3.        Warna kuning keemasan      : kekuatan yang sejati.
4.        Warna hitam                         : kekokohan.
5.        Warna putih                          : kesucian.
6.        Warna hijau / coklat             : kesejahteraan dan keharmosisan.
7.        Warna hijau                           : berkesinambungan.

D.       MAKNA / ARTI BADGE RACANA “WORO SRIKANDHI” GUDEP SALATIGA XI.02.238
1.        Idem
2.        Idem
3.     Gendewo / busur dan anak panah warna kuning emas sebagai senjata Woro Srikandhi dimaksudkan agar dalam mengambil langkah selalu titis dan waspada.
4.        Idem
5.      Pengikat bunga teratai berjumlah tiga buah merupakan pola tingkah laku sebagai anggota Pramuka berdasar pada Tri Satya (dengan warna hitam).
6.        Idem
7.        Idem
8.        Kilat dimaksudkan di dalam mengambil langkah secara titis dan waspada juga diharapkan dengan cepat, dengan warna putih emas berarti ketajaman.
Ambarawa   , 8 Oktober 1996
Jam           : 18.30 s.d 22.00 WIB
Tempat     : Jl.Brigjen Sudiarto 36 Ambarawa

Perumus


Drs. Asrodin S.
Achmad Hakim H., S.Ag.


SANDI RACANA

Dalam kesenyapan diri
Kupanggil Asma-Mu Ya Rabbi
Berulang kali dan penuh rasa
Getarkan nadi, getarkan sukma
Luruh dalam keheningan diri
Astaghfirullah wa ighfirli

Tunas kelapa……
Kau seakan panggil namaku
Bersatulah-bersatulah
Temukan etika alam
Demi kasih dan sayang insan
Satu-satu
Tebarkan keharuman

Bangun diri
Teguhkan bhakti
Bina mandiri
Patriot ksatria

Rona mukamu pancarkan jiwa sepakat
Untuk kebenaran
Bela kemanusiaan

Tanganmu,
Tanganmu kokoh terampil
Beri makna
Artikan segala bentuk


Senyummu mengembang
Bangga…..
Cermati lingkungan
Tampakkan ketabahan
Jelas…..
Dan semakin jelas
Memprasahajakan diri

Kau tancapkan diri
Kau matangkan diri
Kau nyatakan dalam sikap
Untuk setia

Demi tanggung jawabmu
Untuk negeri
Negeri pujaanmu
Pujaan kita
Kini dan mendatang

Aku jadi besar
Dengan Praja Muda Karana
Besarkan diri
Besarkan nama
Sebagai bhakti kesucian diri
Dan kesucian pengabdian

Jayalah Pramuka Indonesiaku
Jayalah Racana Kusuma Dilaga
Jayalah Racana Woro Srikandhi

Ikhlas Bhakti Bina Bangsa
Berbudi Bawa Laksana
===================================================================
Referensi :
Laporan Pertanggung Jawaban Panitia Pembaharuan Nama Racana Walisongo Salatiga Tahun 1996.




Lampiran:


SUSUNAN TEAM PERUMUS PEMBAHARUAN NAMA RACANA YANG BERPANGKALAN
DI F.T. IAIN WALISONGO SALATIGA

Ketua                       : Fatah Yani
Sekretaris                : Umi Hannah
Anggota                  :

1.        Drs. Abdul Syukur
2.        Drs. Mahsun Alwaid
3.        Drs. Nur Rochman
4.        Drs. Asrodin
5.        Drs. Ibrahim Alfian
6.        Drs. Abdul aziz
7.        Drs. Ahmad Zaeni
8.        Anshori, S.Ag.
9.        Muhaimin, S.Ag.
10.     Ahmad Hakim, S.Ag.
11.     Ani Agustiani, S.Ag.
12.     Maslikah, S.Ag.
13.     M.P. Wibowo, S.Ag.
14.     Fitriyanto, S.Ag.
15.     M. Yasin, S.Ag

16.           Subkhan Prihartono, S.Ag.
17.           Arzuqoh, S.Ag.
18.           Latif Kurniawan
19.           M. Rifai
20.           Umi Fatkhiyah
21.           Noor Farida Yuliani
22.           Ngaidin
23.           Siswanto
24.           Moch. Saleh
25.           Muh. Makin
26.           Rikanah
27.           Nurul Istiana
28.           Nur Afifah
29.           Siti Asfiyah
30.           Syaifudin Zuhri

Posting Komentar

0 Komentar

Langsung ke konten utama