MAKALAH
HUBUNGAN PENGELOLAAN KELAS TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR SISWA
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Kelas
Dosen Pengampu : Dra. Siti Asdiqoh, M.Si.
Disusun Oleh:
Hima Nurushshofiati 11109121
Zaqy Amalia 11109129
Farikhatul Walidah 11109130
Chahyani Susi Lestari 11109113
Maryono 11109077
Sigit Purwanto 11110040
Ngali Mahfud 11109075
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2012
=================
PENDAHULUAN
Pendidikan sebagai salah satu bagian yang tidak dapat dilepaskan dari manusia adalah kunci dari masa depan manusia yang telah dibekali dengan akal dan pikiran. Selanjutnya, peranan pendidikan adalah penting bagi manusia dalam menjamin perkembangan dan kelangsungan hidup suatu bangsa, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan adalah usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan.[1]Aktivitas dalam mendidik yang merupakan suatu pekerjaan memiliki tujuan dan ada sesuatu yang hendak dicapai dalam pekerjaan tersebut, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang berkesinambungan di setiap jenis dan jenjang pendidikan, semuanya berkaitan dalam suatu sistem pendidikan yang integral.
Menurut Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab I pasal (1) :[2]
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negaraî.
Tujuan tersebut di atas dapat dicapai tidak lain adalah dengan pelaksanaan pembelajaran yang didukung dari profesionalisme Guru, minat belajar siswa serta dukungan sarana prasarana yang memadai dan suasana yang mendukung. Profesionalisme seorang guru mutlak diperlukan sebagai bekal dalam mengakses perubahan baik itu metode pembelajaran ataupun kemajuan teknologi yang kesemuanya ditujukan untuk kepentingan proses belajar mengajar. Sebab jika ditinjau dari undang-undang sebagaimana tersebut di atas tugas guru tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada siswa, tetapi lebih kepada bagaimana menyiapkan mereka menjadi sumber daya manusia yang terampil dan siap mengakses kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta liberalisasi yang terjadi di masa nanti.
Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Maka dengan demikian Guru dituntut untuk dapat mengelola kelas dengan baik agar proses pembelajaran yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan baik. Manajemen kelas yang baik adalah hal yang urgen dalam hal ini. Kelas yang kondusif tentunya akan dapat membantu siswa untuk dapat belajar dengan baik dan dengan demikian hasil belajar diharapkan dapat dicapai secara maksimal dan memuaskan.
=====================================================
PEMBAHASAN
HUBUNGAN PENGELOLAAN KELAS DENGAN HASIL BELAJAR
A. Pengertian
Suatu proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil, jika berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan, antara lain bahwa “suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan instruksional khusu (TIK) nya dapat tercapai.
Pengelolaan kelas dapat dikatakan sebagai prasyarat terjadinya kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran sehingga dapat dikatakan pengelolaan kelas yang berhasil akan mampu menciptakan kondisi optimal dalam kelas, sehingga memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang efektif. Pada dasarnya usaha pengelolaan kelas agar lebih berkembang maka seorang guru harus mampu untuk mendayagunakan secara optimal potensi kelas yang terdiri atas guru, siswa dan proses belajar mengajar dan dinamika kelas.
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
Betapa tingginya nilai suatu keberhasilan, sampai seorang guru berusaha sekuat tenaga dan pikiran mempersiapkan program pengajarannya dengan baik dan sistematik. Faktor pendukung untuk mencapai keberhasilan antara lain : tujuan, guru, anak didik, kegiatan pengajaran, alat evaluasi, bahan evaluasi, dan suasana evaluasi.Sedangkan faktor yang menyebabkan merumitan dalam pengelolaan kelas secara umum dibagi menjadi dua faktor yatu : faktor interen siswa dan eksteren siswa.
Faktor interen siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran dan prilaku. Kepribadian siswa dengan ciri-ciri khusunya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari segi aspek, yaitu perbedaan biologis, intelektual dan psikologis. Sedangkan faktor ekstern siwa terkait dengan pengelolaan suasana laingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa. Jumlah siswa dikelas. Masalah siswa di kelas misalnya dua puluh orang ke atas cenderung lebih mudah terjadi koflik.
Dapat dipahami bahwa terjadinya kekacauan di kelas disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu intern dan eksteren siswa dan untuk mengatasi terjadinya kekacauan di kelas diperlukan adanya usaha dari guru dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas.
C. Peranan guru dalam pengelolaan kelas
Sehubungan dengan peranannya sebagai manajer dalam kelas, guru harus mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisir. Lingkungan itu hendaknya mampu diciptakan oleh guru dengan kegiatan-kegiatan yang sesuai dan baik serta terarah pada tujuan yang ingin dicapai dengan jalan menciptakan suasana rasa aman, menentang dan merangsang siswa untuk belajar serta memberikan kepuasan dalam mencapai tujuan yang ditentukan. Dengan demikian pada dasarnya peranan guru sebagai pengelola kelas dapat dibagi ke dalam empat bagian, yaitu : merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengawasi
Dengan melihat peranan guru sebagai pengelola kelas di atas, maka guru sebagai pengelola berperan sebagaia perencana, yang dimaksud disini adalah menyusun tujuan belajar. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Winarno Surachmad dalam bukunya bahwa : Tujuan merupakan suatu hal pokok yang diketahui dan disadari betul oleh seorang guru sekolah mulai mengajar. Guru tersebut harus memberi penafsiran yang tepat mengenai jenis dan fungsi tujuan yang akan dicapai. Adapun peranan guru dalam pengelolaan kelas sebagai orang yang harus mengorganisasikan, maka dalam hal ini adalah pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan membutuhkan sumber-sumber belajar, sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif efisien, dan ekonomis.
Kemudian melihat peranan guru dalam pengelolaan kelas sebagai orang yang memimpin, maka dalam hal ini, pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakah fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin di atas setelah berhasil mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka guru harus menilai dengan mengatur kembali situasinya, akan tetapi bukan berarti mengubah tujuan.
Dari keterangan di atas, maka dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan kegiatan pokok seorang pengelola dan sebagai kesulitannya adalah memperkirakan tuntunan, kegiatan tujuan, menulis silabus kegiatan instruksional, menetapkan urutan topik-topik yang harus dipelajari, mengalokasikan waktu yang tersedia, dan menganggarkan sumber-sumber yang di lakukan.
D. Pengelolaan kelas yang efektif
Dalam proses pembelajaran di kelas yang sangat urgen untuk dilakukan oleh seorang guru adalah mengupayakan atau menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik. Dengan kondisi belajar yang baik diharapkan proses belajar mengajar akan berlangsung dengan baik pula. Proses pembelajaran yang baik akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan serta kesalahan dalam pembelajaran. Maka dari itu penting sekali bagi seorang guru memiliki kemampuan menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik dan untuk mencapai tingkat efektivitas yang optimal dalam kegiatan instruksional kemampuan pengelolaan kelas merupakan salah satu faktor yang juga harus dikuasai oleh seorang guru, di samping faktor-faktor lainnya.Untuk mengelola kelas yang efektif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Kelas adalah kelompok kerja yang organisir untuk tujuan tertentu, yang dilengkapi dengan tugas-tugas dan diarahkan oleh guru.
2) Dalam situasi kelas guru bukan tutor untuk satu anak pada waktu tertentu, tapi bagi semua anak atau kelompok.
3) Kelompok mempunyai prilaku sendiri yang berbeda dengan prilaku masing-masing individu dalam kelompok itu
4) Kelompok kelas mempersiapkan pengaruhnya kepada anggota. Pengaruh yang jelek dapat dibatasi oleh usaha guru dalam membimbing mereka di kelas soal mereka belajar.
5) Praktek guru waktu belajar cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa. Makin meningkat keterampilan guru mengelola secara kelompok, makin puas anggota-anggota dalam kelas
6) Struktur kelompok pada komunikasi dan kesatuan kelompok ditentukan oleh cara guru mengelola, baik untuk mereka yang tertarik pada sekolah maupun bagi mereka yang opotis, masa bodoh, atau bermusuhan.
E. Hasil-hasil belajar
Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Jadi seseorang dikatakan telah jika dirinya telah terjadi perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan melalui suatu proses tertentu. perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan yang positif yaitu adanya peningkatan yang dicapai akibat pengetahuan yang diperolehnya. Namun perubahan yang terjadi karena pertumbuhan, perkembangan dan kematangan bukanlah karena hasil pengukuran tes yang dilakukan. Tinggi rendahnya hasil belajar menunjukkan kualitas dan sejauhmana bahan pelajaran telah dikuasai oleh siswa. Perkembangan dan kematangan akan terjadi dengan sendirinya, akibat dorongan dari dalam diri manusia secara naluriah.
Pendapat yang sama dikemukakan oleh Nana Sudjana bahwa: Belajar adalah proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuannya. Pemahamannya, sikap dan tingkah laku lainnya, keterampilannya, kecakapan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaan dan aspek-aspek yang ada pada individu.
Hasil belajar dipengaruhi oleh intelegensi dan penguasaan awal siswa tentang materi yang akan dipelajari. Ini berarti bahwa guru perlu menetapkan tujuan belajar sesuai dengan kapasitas intelegensi siswa. Pencapaian tujuan belajar perlu menggunakan bahan apersepsi yaitu bahan yang telah dikuasai siswa sebagai batu loncatan untuk menguasai bahan pelajaran itu. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan yang diberikan kepada siswa melakukan eksplorasi terhadap lingkungannya. Selain itu, hasil belajar juga dipengaruhi oleh besarnya usaha yang dicurahkan. Intelegensi dan kesempatan yang diberikan kepada anak, pada gilirannya berpengaruh terhadap konsekuensi dari hasil belajar tersebut.
KESIMPULAN
Manajemen kelas yang baik menjadi sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar mengingat materi sebaik apapun dipersiapkan maka akan terasa kurang dapat dipahami jika keadaan kelas tidak mendukung untuk dilaksanakan pembelajaran dengan baik. Guru wajib untuk berusaha menciptakan kondisi kelas yang kondusif dan dinamis dalam rangka meningkatkan kenyamanan siswa dalam belajar.
Dengan demikian dapat kita tarik kesimpulan bahwa dengan adanya pengelolaan kelas atau manajemen kelas yang baik dapat meningkatkan prestasi keberhasilan siswa di dalam proses belajar mengajar. Kelas yang sudah disetting dengan sebaik-baiknya dapat membuat siswa lebih berkonsentrasi dalam menyerap materi pembelajaran dengan tanpa membebani mereka.
====================
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 1997.
Harsanto, Ratno, Pengelolaan Kelas Yang Dinamis, Yogyakarta, Kanisius, 2011.
Muhammad Zainal Abidin personal site/ MasBied.com
Sudjana, Nana, Cara Belajar Sisw Aktif dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung, Sinar Baru Algesindo Offset, 1996.
Surachmad, Winarno, Pengantar Interaksi Belajar Mengajar (edisi V), Bandung, Tarsito, 1986.
[1] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoretis Psikologis, ( Jakarta: PT. Rineka Cipta, Edisi Revisi, Cetakan ketiga, September, 2005), h.22.
[2] Undang-undang No. 20, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta : CV. Mini Jaya Abadi, 2003), h.5


0 Komentar